Rabu, 09 Januari 2019

10 Destinasi Kuliner di Bandung, Nomor 10 Bikin Anda Ngiler



Siapa yang tidak mengenal Bandung? Kota yang konon diciptakan Tuhan kala tersenyum ini memiliki banyak destinasi wisata, dari wisata alam semisal Tanguban Parahu, wisata belanja dengan menjamurnya distro, wisata budaya seperti Saung Angklung Mang Udjo, hingga wisata kuliner yang beragam dan memanjakan lidah. Tidak mengherankan Bandung akan dijejali para wisatawan domestik dan mancanegara, terutama pada akhir pekan dan liburan panjang seperti setiap akhir Desember menjelang pergantian tahun dan liburan Lebaran. Mereka mencari sensasi tersendiri dalam hal keunikan tempat wisata, serta keanekaragaman dan kekhasan kuliner di ibukota Periyangan ini.
Dari sudut pandang wisata kuliner, Bandung merupakan surganya jajan. Di semua sudut kota bermunculan tempat-tempat makan yang akan memanjakan lidah dan perut para pengunjung. Dari Dago Atas yang terkenal dengan kafe elit yang mengawinkan citarasa dan pemandangan indah Kota Bandung dari sudut pandang yang berbeda, sampai sentra-sentra jajanan yang menjamur di hampir semua pojok kota, seperti Jalan Riau, sekitaran Alun-Alun Bandung, Dago Bawah, dan lain sebagainya.
Nah, untuk lebih mengenal dekat kekayaan kulinernya, berikut serba-serbi sepuluh destinasi kuliner Bandung pilihan berdasarkan alfabetis:
Aroma Koffie Faberik Bandung, Legenda Kopi Nusantara
Di Bandung, legenda kopi tersemat kepada Aroma Koffie Fabriek Bandoeng. Bagaimana tidak? Pabrik kopi yang telah berdiri sejak tahun 1930 ini setiap harinya selalu dikerumuni para penggemar kopi dari seluruh penjuru Indonesia. Para pencinta kopi tersebut rela antre lebih dari 30 menit bahkan berjam-jam pada akhir pekan demi ingin mencicipi nikmatnya kopi legendaris ini. Semua itu terbayar dengan aroma yang khas, dan tentu saja kenikmatan kopi yang tak tertandingi. Kedai yang berdiri di jajaran ruko di Jalan Banceuy No. 51, Braga, Kota Bandung, ini dalam websitenya www.kopiaroma.id bahkan menyebut tidak membuka cabang, tidak membuka toko daring, dan tidak melakukan jasa antar, untuk membuat stigma bahwa toko tersebut orisinil dan tiada duanya.
Kopi yang tersedia di toko ini hanya ada dua jenis: mokka arabika yang terkenal wangi, lembut, dan rendah kafein, serta robusta yang bercitarasa pahit, keras, dan tinggi kafein. Sesuai selera penikmat kopi dengan masing-masing aliran. Harganya pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp25.000,00 sampai Rp35.000,00 untuk setiap 250 gram kopi otentik dan legendaris ini. Anda tertarik? Bersiap-siaplah antre demi secangkir kopi jos yang takkan terungkap dengan kata-kata!
Bancakan, Pilih Sendiri Sesuai Keinginan
Di Kota Bandung ada destinasi wisata kuliner prasmanan ala Sunda yang sangat kondang, namanya Nasi Bancakan. Warung zadul yang terletak di Jalan Trunojoyo Nomor 62, Citarum, Kota Bandung, ini menawarkan beragam menu masakan khas Sunda. Menu yang bisa dipilih sendiri oleh pengunjung di antaranya: nasi merah, nasi timbel, nasi liwet, berbagai sayuran dan urap, lauk dari pepes ikan sampai olahan ayam, hingga berbagai menu rumahan lainnya. Hal yang menarik adalah sambal yang disediakan lebih dari llima macam, mulai dari sambal ijo, sampai sambal terasi. Semua boleh diisi ulang sepuasnya. Keunikan lainnya adalah semua piring dan gelas yang digunakan menggunakan piring zadul yang terbuat dari seng, atau ada yang mengatakan “piring-gelas penjara”. Benar-benar serasa makan di rumah sendiri!
Cuanki Serayu Memang Ayu
Cuanki konon berasal dari akronim “cari uang jalan kaki”. Menurut legenda lokal, sejak dahulu kala penjual cuanki “harus” berjalan kaki dalam menjajakan dagangannya. Meski di zaman milenial sekarang ini banyak kita temui penjaja cuanki yang menjual dagangannya menggunakan sepeda, sepeda motor, bahkan membuka lapak/kedai yang menetap. Seperti cuanki Serayu ini. Warung yang berada di Jalan Serayu No. 2, Cihapit, Kota Bandung, ini tak pernah sepi pengunjung, baik di hari biasa apalagi di akhir pekan. Antrean panjang seperti menjadi pemandangan biasa. Bahkan di akhir pekan (Sabtu dan Minggu), antrean bisa mengular sampai menutupi jalan. Penggemarnya pun tak hanya dari Bandung, banyak yang menjadi pelanggan setia cuanki Serayu berasal dari luar kota, baik Jakarta, Bogor, bahkan luar Pulau Jawa. Ini bisa dibuktikan dengan berjubalnya lahan parkir dengan kendaraan berplat nomor bukan D.
Mengapa orang-orang rela antre demi semangkok cuanki? Jawabannya bisa beragam dan debatable, tapi citarasa cuanki Serayu tak bisa membohongi lidah dan sukma. Dengan harga yang sangat bersahabat, kenikmatan cuanki Serayu tak tertandingi. Lazimnya, saat kita makan seporsi bakso tahu cuanki, ada rasa aneh yang tertinggal di saraf indera pengecap kita. Namun, di cuanki Serayu tidak demikian. Rasanya benar-benar memanjakan lidah kita, tanpa ada perasaan janggal yang tertinggal di permukaan lidah.

Donat Madu Cihanjuang, Manisnya Pasti Terkenang
Salah satu donat yang terkenal di Kota Bandung adalah Donat Madu Cihanjuang. Cihanjuang telah lama menjadi kata kunci dan rujukan bagi pencinta donat di Bandung dan sekitarnya. Donat Madu Cihanjuang terletak di Jalan Cikutra No. 100 Bandung. Jajanan yang satu ini ada sejak 2010, dimulai dari lapak di Jalan Cihanjuang, Cimahi, menyebar dan menggurita sampai lebih dari 90 outlet di Bandung dan sekitarnya, bahkan di luar Kota Bandung. Dengan rasa yang khas dan topping yang unik, donat ini dibanderol dengan harga Rp5.500,00 per biji, sebuah harga yang sebanding dengan rasanya. Mau coba? Hati-hati ketagihan.
Es Krim Rasa, Bernostalgia dalam Citarasa
Jika Anda hendak menyelami sejarah Bandung sembari menikmati citarasa kuliner zadul, es krim Rasa wajib masuk daftar kunjungan. Restoran ala zaman Belanda ini terletak di Jalan Tamblong, Kota Bandung. Es Krim Rasa bernama asli Hazen Shop & Café yang dibangun tahun 1936 ini kemudian berpindah kepemilikan dan berganti nama menjadi Rasa Bakery & Cafe.
Tempat yang terkenal akan es krimnya ini menawarkan beragam pilihan entrée, main course dan dessert. Dari mulai penganan ringan hingga makanan berat tersebut dapat dinikmati dari kisaran harga Rp30.000,00 sampai dengan Rp50.000,00 per porsi. Tak lupa kukis dan beragam kue basah siap memanjakan lidah. Es krim Rasa pun menyediakan versi kemasan modern sehingga praktis untuk Anda bawa pulang sebagai buah tangan keluarga tercinta di rumah.
Farmhouse, Berselfie Sembari Memanjakan Lidah
Bandung sudah lama menjadi destinasi wisata, baik wisata alam maupun wisata swafoto. Salah satu objek yang menjadi andalan berswafoto ria adalah Farmhouse. Destinasi yang terletak di Lembang ini menyajikan tempat-tempat yang ikonik dan eye cathing untuk berfoto, baik sendirian maupun beramai-ramai dengan kerabat dan sahabat. Selain menjadi tujuan selfie, Farmhouse juga dilengkapi dengan jajaran kuliner yang siap memanjakan lidah Anda. Salah satunya adalah nasi goreng dengan campuran susu kambing dan berbagai olahan beragam susu khas dataran tinggi Lembang.
Objek wisata yang tepatnya beralamat di Jalan Raya Lembang Nomor 108, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung, ini tak pernah sepi pengunjung. Wisatawan yang biasanya rombongan bus dari luar kota, selalu berbondong-bondong datangdan pergi, keluar-masuk Farmhouse. Mereka berebut dan antre swafoto di titik-titik favorit, salah satunya adalah rumah Hobbit yang terkenal via layar lebar. Di Farmhouse juga terdapat mini zoo yang akan menjadi tempat bermain yang asyik bagi buah hati para pengunjung.
Setelah capai berkeliling swafoto dan menikmati sejuknya udara Lembang, pengunjung bisa menikmati berbagai sajian kuliner di sana. Tentu saja yang paling familiar adalah berbagai macam olahan susu khas Lembang, di antaranya susu segar, yoghurt, hingga keju. Dengan perpaduan keindahan, kesejukan, dan kesegaran di Farmhouse, pengunjung mendapatkan kesehatan jiwa dan raga, lidah dimanja sekaligus cuci mata.
Gorengan Cendana, Cemilan Sederhana Tiada Dua
Ini gorengan bukan sembarang gorengan, tapi ini gorengan cendana. Gorengan yang berdiri sejak 1977 ini telah menjadi ikon dalam dunia kuliner proletariat di Kota Bandung. Lapak yang berjualan sejak pukul 15.00 sampai 20.00 WIB ini menyajikan berbagai jenis camilan berbahan dasar tepung. Di gerobak yang berada di ruas Jalan Bengawan, Bandung, tepatnya di perempatan lampu lalu lintas Taman Pramuka, ini dijual beberapa makanan yang akrab menjadi teman minum teh atau kopi, antara lain pisang goreng, tahu isi (gehu), comro, tempe goreng/mendoan, bala-bala, gorengan kacang hijau, dan molen. Citarasa yang ditawarkan gorengan ini tidak seperti gorengan lainnya. Harganya pun sangat bersahabat di kantong. Hal-hal inilah yang menjadi alasan kuat penggemar gorengan rela antre demi gorengan yang lezat memanjakan lidah ini. Bahkan pada saat ngabuburit pada Bulan Ramadhan, di depan gorengan Cendana dipastikan antrean memanjang, sampai-sampai berakibat macet.
H. Isan, Rasa Batagornya Tak Terlupakan
Kuliner baso tahu goreng—alias batagor—memang tidak lepas dari hidangan khas Kota Kembang. Salah satu batagor yang masih eksis dari zaman baheula adalah H. Isan. Di samping batagor-batagor lain yang menawarkan rasa prima namun dengan harga yang lumayan mahal, batagor H. Isan melenggang dengan rasa dan harga yang terjangkau. Dibanderol dengan harga Rp15.000,00 per porsi, batagor H. Isan menawarkan beragam komposisi menu. Selain batagor dengan bumbu kacang, Anda dapat menikmati batagor kuah, mie bakso dan yamin, plus potongan kelezatan yang tiada tara. Warung batagor yang berdiri sejak tahun 1970-an ini  tersebar di berbagai titik di Bandung. Dari sudut di Jalan PHH. Mustofa, Cikutra, sampai di setiap sudut kota Bandung yang strategis, Anda akan menemukan batagor H. Isan. Cukup buka aplikasi navigasi lalu meluncurlah ke salah satunya. Dan besiaplah menyeruput kuah batagor nan gurih di Bandung sehabis diguyur hujan. Lekker pisan euy!
Ibu Imas, Warteg A la Sunda
Berkeliling di Kota Bandung membuat perut cepat berontak. Di kala lapar dahaga melanda, Warung Ibu Imas adalah pilihan tepat. Kedai yang berada di Jalan Balong Gede dekat dengan Alun-Alun Bandung ini selalu ramai diserbu konsumen, terutama di waktu makan siang dan makan malam. Beragam pilihan menu a la Sunda dapat anda nikmati di sini. Dari mulai sayuran, daging, pepes, dan tak lupa lalapan juga sambal khas Ibu Imas menunggu anda cicipi. Satu hal yang spesial di warteg A la Sunda ini adalah karedok leunca pedas menggoda. Ssst… ada menu rahasia yang hanya pegawai dan Anda saja yang tahu. Pesanlah sop kikil yang tidak ada di menu. Segera semangkuk panas terhidang di depan Anda dengan bawang goreng dan potongan kikil lembut siap Anda lumat. Jangan khawatir kehabisan karena dari sekian banyak Warung Ibu Imas di sepanjang jalan Balong Gede, ada satu warung yang buka 24 jam!
Jando, Sate Lemak Terenak
Jando di dalam bahasa Sunda berarti lemak. Kata ini melekat bukan tanpa makna. Sate jando yang membuka lapak di Jalan Diponegoro ini memang penuh dengan lemak di setiap lilitan daging sapi pilihan. Sate yang hanya buka pada siang hari di sekitaran Gasibu Bandung ini selalu dipadati penikmat kuliner panggangan daging. Walaupun terletak di pinggir jalan, tepatnya di belakang Gedung Sate Bandung, tidak mengurangi antusias para pembeli. Suatu keasyikan tersendiri ketika kita makan bercengkrama di pinggir jalan, berkursikan plastik sambil larak-lirik sama mojang Bandung yang cantik nan geulis pisan. Awas, bumbu sate perpaduan bumbu pecel dan jeruk nipis di sate jando tumpah di celana!






Kamis, 03 Januari 2019

Penyelam Tenggelam Luka Dalam



Kasus Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada akhir tahun 2018, telah menelan beberapa korban jiwa dan menyisakan pedih yang tak terperi. Tidak hanya dari penumpang dan pilot yang berada di pesawat, tapi juga dari salah satu penyelam yang bernama Syachrul Anto gugur pada saat evakuasi bangkai pesawat Lion Air tersebut. Diketahui Syachrul pingsan saat menyelam dan dibawa ke RSUD Koja setelah ditemukan. Syachrul menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut pada hari Jumat, 2 November 2018.
Sebelum tugas evakuasi Lion Air ini, Syachrul juga membantu dalam evakuasi di Palu dan juga pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata pada tahun 2014. Syachrul telah melakukan banyak sekali jasa untuk negara ini. Syachrul merupakan penyelam yang sangat handal dan sering sekali membantu dalam operasi-operasi seperti ini. "Dia itu terlibat lama waktu Air Asia. Dia join. Dia salah satu orang yang cukup lama. Itu hampir tiga minggu. Dia salah satu orang yang paling banyak ngangkat jenazah malah," kata Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo, di Dermaga JICT, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018).
Syachrul gugur saat evakuasi karena dikompresi. Menurut Kabasarnas, Marsekal Madya M Syaugi, Syachrul turun pada Jumat (2/11) sore untuk ikut membantu pencarian korban dan bagian pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang. Syaugi mengatakan Syachrul turun bersama satu temannya yang lain. Seharusnya Syachrul tidak dibolehkan untuk turun dengan hanya satu temannya saja, setidaknya harus lebih dari itu. Diketahui bahwa salah satu pihak sedang mencari sesuatu, kemudian melihat yang satu lagi sudah tiada. Saat dicari ternyata sudah di atas. Lalu Syachrul ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan pingsan.
Syachrul dimakamkan di Surabaya pada hari Sabtu (3/11). Istri amarhum, Lian Kurniawati, putrinya dan mertuanya juga hadir dalam pemakamannya. Pihak keluarga korban sepakat untuk memakamkan Syachrul di Surabaya karena ibunya juga saat ini tinggal di Surabaya. Almarhum adalah sosok pahlawan bagi negeri ini. Almarhum sudah merelakan waktunya dan nyawanya demi melaksanakan tugas ini.
Syachrul bisa menjadi contoh untuk kita semua. Tanpa menghiraukan umurnya, almarhum tetap menyelam dan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Setiap hal yang almarhum lakukan adalah untuk negeri tercinta ini, kita harus mencontoh sikap pengorbanan beliau yang luar biasa. Sikapnya yang rajin membantu dan ringan tangan. Hal penting yang kita bisa lakukan sekarang hanyalah berdoa agar almarhum selalu berada di sisi Allah, yakni di surga-Nya.





           



Rabu, 02 Januari 2019

Dokter Gamal Albinsaid Terjun ke Dunia Politik?



Kita semua mungkin sudah mengetahui kasus berita bohong yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Ratna sarumpaet berbohong terkait pengakuannya dianiaya oleh sejumlah orang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Namun pada hari Rabu 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi atas dugaan penganiyaan tersebut di kediamannya, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ia menyatakan bahwa semua itu hanya kebohongan yang ia ciptakan sendiri. Dan ia bermaksud hanya untuk mengelabui anak-anaknya atas foto wajahnya yang lebam dan tersebar di media sosial. Ia juga mengaku foto itu hanya hasil dari operasi plastik untuk sedot lemak.
Atas masalah internal tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi memberhentikan salah satu juru bicara kampanye nasional mereka. “BPN sudah memberhentikan beliau,’’ ujar Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dendi Anzar Simanjuntak, saat dimintai konfirmasi via WhatsApp, Rabu (3/10/18). Pembenahan ini dilakukan agar mengembalikan citra baik Timses pasangan nomor urut 02 tersebut. Rasa ketidakpercayaan masyarakat bertimbun setelah kasus tersebut. Kebijakan BPN Timses Prabowo–Sandi untuk menunjuk juru bicara yang baru sangat diharapkan dari masyarakat untuk meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat.
Masalah tersebuat membuat BPN Prabowo-Sandi menunjuk Gamal Albinsaid sebagai juru bicara pengganti Ratna Sarumpaet. Penunjukkan Gamal dideklarasikan pada Jumat, 5 Oktober 2018. Penunjukkan Dokter Gamal menjadi Jurkomnas Timses Prabowo-Sandi  juga tidak terlepas dari kesamaan visi Gamal yang sesuai dengan visi Prabowo-Sandi, yaitu memberantas kesenjangan ekonomi di Indonesia.
Fokus Dokter Gamal terhadap masalah kesehatan dan kesenjangan sosial-ekonomi di Indonesia mengunggah hatinya agar membentuk asuransi sampah yang ia bentuk bersama empat orang temannya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Berbeda dengan asuransi kesehatan yang mematok harga tinggi, Dokter Gamal Albinsaid ingin memberi kemudahan bagi orang dengan status ekonomi menengah ke bawah bisa mengakses layanan kesehatan. Hal ini membuatnya mendapat banyak apresiasi dari dunia internasional kepadanya, seperti HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014, People Choice Award di California-AS, People Choice Award dari Australian Agency for International Development, dan masih banyak lagi.
Selain itu, pilihan Sandiaga Uno ke Gamal Albinsaid sebagai jubir dianggap merupakan langkah yang sangat tepat. Selain karena prestasi yang diraihnya, sebagai seorang motivator pula ia sering melakukan seminar pengembangan diri di berbagai tempat di Indonesia membuatnya semakin dipercaya menjadi Jurkomnas Tim Prabowo-Sandi.Seminarnya mengunggah  para pendengarnya agar semakin memperhatikan terhadap salah satu masalah terbesar Indonesia, yakni kesehatan dan kesenjangan sosial-ekonomi. Banyaknya kutipan dan hikmah dari para orang sukses sering ia sampaikan, seperti Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel hingga perkataan dari para guru dan ustadznya untuk mencapai kesuksesan kehidupan dunia dan akhirat melaui visi dan misi yang telah dicantumkan dalam hidup.
Pengalamannya bertemu dan berbicara banyak dengan Pangeran Charles dan Vladimir Putin membuat keterampilan berbicaranya semakin dipercaya. Pertemuannya dengan Vladimir Putin berlangsung saat Gamal menghadiri sekaligus menjadi pembicara dan memberikan inspirasi di hadapan 25.000 peserta dari 150 negara, pada The 19th World Festival of Youth and Students di Sochi Rusia, 15 Oktober 2017 silam. Di depan Putin, Gamal menceritakan perjalanan studinya hingga akhirnya klinik asuransi sampah bisa sukses seperti sekarang.
“Anda menangani salah satu masalah paling penting dan paling mulia, dengan hasil yang jelas. Ini adalah misi khusus, bukan sekedar profesi. Inilah sebabnya saya sangat menghormati dokter. Terlepas dari aspek kemanusiaan, kesehatan telah memperoleh aspek ekonomi di dunia ekonomi modern. Orang dengan masalah kesehatan merasa jauh lebih sulit menguasai pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi modern, dan mereka merasa jauh lebih sulit untuk bekerja secara efisien,’’ kata Putin, seperti dikutip Gamal, Selasa (24/10/17).
“Masuknya Dokter Gamal Albinsaid, saya harapkan membawa perubahan, membawa lokomotif pembaharuan milineal. Dia (Gamal) merupakan anak milineal, sudah mendapatkan penghargaan dari BBC dan bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda lain,” papar Sandiaga Uno usai sholat jumat di Masjid Al Mutaqqien, Jumat (5/10/18).
Penunjukkan Dokter Gamal diharapkan tidak sekadar menguntungkan Timses Prabowo-Sandi, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia, yakni generasi milineal dan generasi z untuk menyelesaikan problemmatika yang ada sesuai perkembangan zaman di Indonesia, bahkan dunia internasional. Diharapkan pula para pendengarnya mendapat pengetahuan dan keterampilan berbicara yang baik saat Dokter Gamal menjadi juru bicara di hadapan media besar Indonesia. Sikap yang baik saat berbicara dan nilai-nilai kebaikan yang sering ia katakan berpengaruh positif badi pendengarnya.
Dari kasus pemecatan Ratna Sarumpaet hingga penunjukkan Dokter Gamal Albinsaid menjadi juru bicara Timses Prabowo-Sandi, kita lihat merupakan salah satu kebijakan timses untuk memperbaiki citranya. Penunjukkan Dokter Gamal yang memiliki banyak penghargaan internasional sebagai juru bicara merupakan langkah untuk memperbaiki citra timses dan memberi inspirasi bagi masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

(karya Zulfikar, 12B SMA Pribadi Bandung-2018)
                                                                             
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              
                                               


Minggu, 30 Desember 2018

Korupsi Lagi, Lagi-Lagi Korupsi


Korupsi adalah hal yang sangat bertentangan dengan hukum yang ada di Indonesia. Pelaku korupsi biasanya adalah para pejabat dan penyelenggara pemerintah yang nakal. Mereka sengaja melakukan korupsi karena korupsi adalah jalan cepat untuk mendapatkan kekayaan yang efektif dan cara yang simpel utuk mendapatkan uang, hanya tinggal “tanda tangan” saja. Dan bahkan hingga sampai saat ini, masih saja terjadi kasus korupsi dan itu seperti suatu hal biasa saja.

Setelah terjadi kasus korupsi yang menimpa Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, pada tanggal 22 Okober 2018, yang diduga menerima suap atas perizinan IMB Proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sebesar Rp7 milyar dari Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Grup selaku pemilik mega proyek Meikarta. Jumat, 26 Oktober 2018, terjadi lagi kasus korupsi yang menimpa Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, yang diduga melakukan korupsi menerima suap sebesar Rp100 juta terkait jual beli jabatan di Pemkab Cirebon. Tidak hanya itu, Bupati Cirebon juga diduga menerima gratifikasi dengan total Rp6,4 miliar.

Sunjaya Purwadisastra adalah Bupati Cirebon yang baru saja memenangkan pencalonan sebagai Bupati Cirebon, dirinya akan dilantik pada 24 Maret 2019. Namun, kasus korupsilah yang datang pertama menghampirinya, sebelum resmi menjadi Bupati Cirebon Periode 2019-2024. Pada Jumat, 26 Oktober 2018, dirinya dipanggil oleh KPK, dan dilakukanlah pemeriksaan kepada dirinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kepada dirinya, KPK mengamankan barang bukti suap jual beli jabatan sebesar Rp385 juta dan gratifikasi sebesar Rp6,4 milyar. Setelah itu dirinya ditahan oleh KPK.

Pada saaat itu juga, KPK melakukan penggeledahan di kantor Bupati Cirebon tersebut di Jalan Sunan Kalijaga No. 7 Kabupaten Cirebon pada Jumat, 26 Oktober 2018. Setelah penggeledahan di kantor Bupati Cirebon, KPK melanjutkan penggeledahannya di kediaman ajudan Bupati Cirebon, Beni Syafrudin, pada Sabtu, 27 Oktober 18. Di kediaman Deni inilah, KPK mendapati  uang sebesar Rp116 juta dan bukti setoran rekening milik Bupati Cirebon yang atas nama orang lain senilai Rp6,4 milyar.

Lalu, KPK masih melanjutkan penggeledahannya di kediaman anak tertua Bupati Cirebon, yakni Satria Robi Saputra pada Minggu, 28 Oktober 2018. Di kediaman anak Bupati ini, KPK menyita sejumlah dokumen, 3 buah unit mobil, dan uang sejumlah Rp400 juta-an. Setelah itu juga, pada Minggu, 28 Oktober 2018, KPK melakukan penggeledahannya di ruman kediaman Bupati Cirebon, rumah mertuanya, dan rumah anaknya. Dari ketiga rumah tersebut, KPK menyita uang sejumlah ratusan juta rupiah dan menyita tiga mobil. 

Hal di atas adalah tentu contoh yang sangat tidak baik. Bagaimana bisa, seorang yang baru saja memenangkan pencalonan sebagai bupati, bahkan sebelum dilantik, dirinya sudah melakukan korupsi. Bagaimana jika sudah dilantik, apa yang akan terjadi? Kita semua tentu tidak tahu.

Maka apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat Indonesia, terhadap fenomena korupsi ini? Salah satunya adalah dengan cara kita memilih pemimpin yang baik. Sebelum memilih seorang pemimpin, kita harus tahu latar belakang mereka terlebih dahulu. Jangan sampai hanya karena “sebutir beras” kita menjadi asal memilih pemimpin kita. Kita harus lebih cerdas dalam hal ini.

Jadi, marilah kita memilih calon-calon pemimpin kita yang baik, yang amanah, yang sudah pasti terpercaya, tidak abal-abal, tidak karena partainya baik, tetapi orangnya belum baik.
           
           

Gregoria Mariska Tunjung: Harapan Baru Setelah Lama Menunggu


Keberhasilan Gregoria mencapai babak semifinal Denmark Open 2018 menuai banyak pujian. Di babak perempat final, Gregoria harus bermain tiga set saat melawan wakil Denmark, Line Højmark Kjaersfeldt sebelum berhasil mengalahkannya dengan skor akhir 20-22, 21-19, 21-13.  Dengan capaian ini, Gregoria menjadi pemain tunggal putri Indonesia pertama yang mencapai babak semi final di Denmark Open (Super 750 / Superseries Premier). Walaupun pada akhirnya ia harus takluk di laga semi final dari pemain tunggal putri India, Saina Nehwal dengan skor 11-21, 12-21.

Meskipun mengalami kekalahan di laga semi final, performa Gregoria dapat dibilang cukup memuaskan dilihat dari segi penampilannya, ditambah dengan cedera punggung yang sempat mengganggunya pada laga babak kedua membuatnya bermain kurang maksimal. Gadis yang akrab disapa Jorji ini selalu menunjukkan peningkatan performa di setiap pertandingan yang ia lakoni. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susi Susanti berkomentar terhadap kiprah Jorji di Denmark Open 2018. “Pencapaian ini bukan Cuma motivasi bagi Gregoria, tetapi juga untuk tunggal putri lain. Gregoria mungkin bisa menempatkan diri di kalangan elite dunia. Gregoria bisa menembus target masuk 20 besar saat ini. Mungkin, dia bisa masuk 15 besar pada akhir tahun ini. Dia akan menjadi andalan  di sektor tunggal putri karena banyak pemain senior yang sudah pensiun,” kata Susi Susanti kepada wartawan di Pendopo Kantor Bupati Kudus, Sabtu (20/10/2018).

Gregoria sendiri saat ini masih dalam tahap penyembuhan pasca cedera yang dialaminya saat melawan Akane Yamaguchi di French Open 2018. Saat skor menunjukkan 6-11 untuk keunggulan Akane, Gregoria memutuskan untuk mundur dari pertandingan karena ia mengalami cedera pinggang. Cedera ini mulai dialaminya saat bertanding di babak kedua Denmark Open 2018 melawan Mia Blichfeldt. "Sejauh ini mau dilihat dulu kondisinya seperti apa, kalau memungkinkan ya main di Jerman, kalau tidak memungkinkan ya harus mundur. Sekarang mau coba diterapi dulu dan lihat sejauh mana perkembangannya," kata Minarti Timur, Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI yang mendampingi Gregoria.

Menurut ranking BWF terbaru, Gregoria sudah berhasil menembus 15 besar dunia. Hal ini tentu sangat baik bagi perkembangan Gregoria sendiri mengingat umurnya yang masih 19 tahun. Gregoria harus tetap konsisten dan terus berbenah agar dapat mempertahankan performa gemilangnya. Sejauh ini, belum ada regenerasi yang baik dan  andalan dari sektor tunggal putri Indonesia. Berbeda dengan ganda putra yang hampir tiap generasi mampu mencetak pasangan unggul, seperti yang terbaru adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Gideon.

PBSI dan semua masyarakat Indonesia tentu berharap Gregoria kelak dapat menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri. Indonesia sangat merindukan sosok seperti Susi Susanti yang haus akan prestasi dengan salah satu prestasi gemilangnya, yaitu mampu meraih medali emas bulutangkis Olimpiade Barcelona saat usianya masih 21 tahun dan bukan tidak mungkin Gregoria dapat mengulang prestasi tersebut di Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang. Dukungan dari seluruh negeri akan sangat berpengaruh, bukan hanya untuk Gregoria tetapi juga untuk kebangkitan tim bulutangkis Indonesia.

Wakil Rakyat Cerminan Rakyat?


Wakil rakyat. Apa gerangan arti dari dua kata tersebut? Menurut KBBI, wakil dapat diartikan sebagai orang yang dikuasakan menggantikan orang lain. Sedangkan rakyat, dapat diartikan sebagai penduduk suatu negara. Lalu, keduanya pun digabung dan diartikan menjadi orang-orang yang duduk sebagai anggota badan perwakilan rakyat. Dalam hal ini merujuk kepada anggota DPR dan DPD.
Namun nyatanya, dewasa kini. Sudah tak asing lagi bagi kita mendengar dan melihat, berbagai peristiwa yang tentunya bertolak belakang dengan apa yang kita semua harapkan kepada mereka yang kita tunjuk untuk mewakili suara kita demi terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan dan negara yang sesuai dengan cita-cita bangsa.

Kasus korupsi sudah tak lagi terhitung jumlahnya. Dari ranah desa, hingga kompleks parlemen. Bahkan, orang yang sudah terjerat korupsi pun ingin kembali menjadi wakil rakyat. Menurut data ICW (Indonesia Corruption Watch), hanya selama 6 bulan pertama di tahun 2018 ini, sudah tercatat sebanyak 139 kasus korupsi dengan 351 orang ditetapkan sebagai tersangka. Belum lagi jika ditambahkan dengan kasus baru-baru ini, seperti kasus DPRD Malang dan kasus Wakil Ketua DPR RI. Adapun kerugian negara akibat dari kasus-kasus ini selama 6 bulan pertama, tercatat sudah Rp1,09 triliun. Staf investigasi ICW Wana Alamsyah mengungkapkan bahwa kasus-kasus tersebut bermotif penyalahgunaan wewenang, penggelembungan dana, tindakan suap, pungutan liar, penggelapan, dan laporan fiktif.

Dari data di atas, apa yang dapat disimpulkan? Merugikan negara tentu saja, bermiliar hingga bertriliun bagai semut di pelupuk mata . Namun, yang harus kita garisbawahi di sini adalah motif-motifnya. Berbau kepentingan semua bukan? Mau itu kepentingan pribadi, maupun golongan.
Kembali ke definisi awal, wakil rakyat itu sudah sepantasnya mewakili rakyat, mewakili keinginan dan kehendak rakyat secara umum, bukan “mewakili” diri sendiri serta golongan berkepentingan.

Lantas, apa yang “semestinya” dilakukan? Masalah apa pun itu, agar penyelesaiannya efektif hendaklah ditinjau dari akarnya terlebih dahulu. Dalam masalah ini apa yang menjadi akarnya? Ya, akarnya adalah rakyat itu sendiri. Wakil rakyat pastinya merupakan rakyat juga. Jika dari akarnya (rakyat) saja sudah memprihatinkan, bagaimana dengan tubuh utuhnya?. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita sebagai rakyat untuk bergerak dengan cara memperbaiki kualitas kita.

Melihat dari akarnya pula, yaitu adalah adab dan ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK). Dalam hal adab, kita semestinya melestarikan budaya bangsa kita, yang di antaranya adalah sopan, santun, gotong royong, dan musyawarah. Dalam IPTEK, kita harus meningkatkan tingkat literasi kita yang menurut website www.ccsu.edu/wmln, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Sehingga dengan membaiknya dua sektor tersebut, kita akan melangkah menjadi negara maju dan bangsa yang besar yang tentu saja bebas korupsi.


           
           
           
           





Rezim Korupsi?


Penetapan status tersangka, yang kemudian dilanjutkan dengan penangkapan, terhadap Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, dinilai Fahri Hamzah, kolega Taufik Kurniawan sendiri, sebagai indikasi penambahan jumlah koruptor di Indonesia selama rezim Presiden Joko Widodo. Taufik berpendapat, jika Soeharto adalah pencipta iklim pembangunan Indonesia, maka Jokowi adalah pencipta musim korupsi. Alasannya bukan terletak pada sangkaan korupsi yang dilakukan Jokowi, melainkan korupsi yang dilakukan aparatnya sendiri. Melengkapi pernyataannya, Fahri sertakan pula tuntutan kepada Jokowi untuk menyelasaikan kasus korupsi, yang menurutnya sudah amat mendesak.

Tetapi, sudahkah relevan pemikiran Fahri Hamzah terebut? Apakah memang korupsi sekarang sudah menjadi seperti agama bagi para aparat negara? Buktinya semakin banyak aparat yang ditangkap KPK. Seperti yang dikatakan Fahri, empat pejabat daerah dapat tertengkap dalam satu bulan. Atau sebenarnya dari dulu sudah banyak, namun baru sekarang KPK menjadi garang?

Penulis Inggris, Charles Caleb Colton, berpendapat bahwa korupsi itu ibarat bola saju. Menggelinding pertama kali dalam ukuran kecil, namun lama-lama semakin membesar dan terus membesar. Satu kasus terbuka, akan muncul kasus-kasus berkaitan lainnya. Penggambaran ini mungkin melekat pada pikiran sebagian besar masyarakat. Menurut hasil survei Transparency International tahun 2017 adalah kulminasi jumlah masyarakat Indonesia yang beranggapan pemerintah melakukan tindak korupsi.

Hasil tersebut mungkin sejalan dengan banyaknya pemberitaan media mengenai pejabat daerah yang tertangkap beberapa waktu terakhir, ditambah uang haram fantastis yang mereka curi dari rakyat. Menurut Indonesian Corruption Watch, baru setengah tahun 2017 saja sudah ada 226 kasus korupsi yang ditangani lembaga-lembaga penegak hukum, dengan kerugian negara mencapai Rp1,83 triliun. Tidak salah jika rakyat trauma ketika tahu uang sebanyak itu dicuri dari mereka.

Jika memerhatikan fenomena yang terjadi, seharusnya Jokowi menegaskan kembali perannya sebagai pemimpin rakyat pencipta musim anti korupsi, terlebih mengingat citranya dalam keikutsertaannya dalam Pilpres tahun mendatang. Transparency International turut mencatat bahwa penanganan kasus korupsi di Indonesia tahun 2017 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dengan kinerja baik KPK sebagai faktor utama.

Di penghujung hari, inti dari pendapat Fahri Hamzah terdengar sudah berkesesuaian dengan pikiran rakyat, mengingat perannya sebagai wakil rakyat di depan pemerintah. Namun, sebagai negarawan beliau lupa memeriksa data-data yang ada sebelum melontarkan pendapatnya, sehingga terkesan setengah matang. Hal ini menjadi pengingat bagi lembaga penegak hukum untuk lebih persuasif dalam menjelaskan penyelesaian kasus-kasus korupsi yang sangat sensitif kepada masyarakat awam. Capaian prestasi hendaknya dipublikasikan secara lebih publik agar menambah optimisme masyarakat kepada pemerintah. Karena dengan dukungan, apresiasi, serta kritik konstruktif yang diberikan satu sama lain, akan tercipta suatu kesatuan dan persatuan di dalam tubuh bangsa yang mulai terpecah ini.

10 Destinasi Kuliner di Bandung, Nomor 10 Bikin Anda Ngiler

Siapa yang tidak mengenal Bandung? Kota yang konon diciptakan Tuhan kala tersenyum ini memiliki banyak destinasi wisata, dari wisata ala...